:
Breaking News

Jalan Rusak Tak Terjangkau Anggaran, Warga Pamekasan Bergotong Royong

top-news

PAMEKASAN I MaduraNetwork.id - Keterbatasan anggaran membuat pembangunan infrastruktur jalan hingga pelosok desa di Pamekasan, Jawa Timur, belum sepenuhnya dapat dijangkau pemerintah daerah. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat memilih bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya.

 

Bupati Pamekasan K.H. Kholilurrahman mengunjungi warga yang tengah memperbaiki jalan secara swadaya di Dusun Sakante dan Dusun Durbugan, Desa Campor, Kecamatan Proppo, Sabtu (15/8/2026).

 

Perbaikan dilakukan masyarakat secara bersama-sama untuk memperbaiki akses jalan sepanjang sekitar 1,7 kilometer. Kholilurrahman mengapresiasi inisiatif warga yang dinilai menunjukkan kuatnya semangat gotong royong di tengah keterbatasan pemerintah dalam membiayai pembangunan infrastruktur.

 

“Alhamdulillah saya hari ini bisa mengunjungi perbaikan jalan sepanjang 1,7 km. Saya bersyukur masyarakat cukup baik, cukup guyub bersama-sama memperbaiki jalan secara swadaya,” kata Kholilurrahman saat berada di lokasi.

 

Kunjungan tersebut juga disertai bantuan uang pribadi dari Kholilurrahman untuk mendukung proses perbaikan jalan yang dilakukan masyarakat.

 

Menurut dia, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah pelosok. Kondisi tersebut tidak terlepas dari berkurangnya anggaran transfer dari pemerintah pusat ke daerah pada 2026.

 

“Saya mohon maaf kepada masyarakat karena kami belum mampu menjangkau perbaikan jalan hingga pelosok desa. Pada tahun 2026 ini ada pemotongan anggaran atau transfer pusat ke daerah sebesar Rp 200 miliar lebih,” ujarnya.

 

Kholilurrahman mengatakan, keterbatasan fiskal membuat pemerintah daerah harus menentukan prioritas pembangunan. Perbaikan jalan yang dinilai paling mendesak menjadi perhatian utama pemerintah.

 

“Sehingga tangan kami tidak bisa menjangkau pembangunan jalan ke desa-desa. Hanya sebagian yang parah-parah,” katanya.

 

Di sisi lain, ia menilai partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.

 

Karena itu, ia mengajak masyarakat terus mempertahankan semangat gotong royong dan berpartisipasi dalam pembangunan sesuai kemampuan masing-masing.

“Pembangunan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tugas semua lapisan masyarakat sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing,” kata Kholilurrahman.

 

Ia menegaskan pemerintah tetap berupaya memfasilitasi pembangunan di berbagai wilayah, termasuk daerah pelosok, dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.

 

“Pemerintah hanya memfasilitasi pembangunan yang ada di pelosok,” ujarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *